TERBARU

Inilah Perubahan Aturan Sertifikasi Tahun 2016

Inilah Perubahan Aturan Sertifikasi Tahun 2016 - Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (P2TK3 Kemdikbud), Sumarna Surapranata mengatakan, tunjangan profesi guru akan semakin diperketat pada satu Januari 2016.
sertifikasi guru

Artinya, tunjangan profesi guru yang sudah berjalan selama ini sedang dievaluasi dan dibenahi kembali karena tidak sesuai dengan yang diperuntukan. Mulai 2016 tunjangan akan dilihat dari kinerja guru. Menurut Pranata, pemberian uang tunjangan profesi dievaluasi karena selama ini tidak tepat sasaran. Banyak guru yang tidak memilki kompentensi mengajar yang memperoleh tunjangan lebih tinggi daripada yang memilki kompentesi tersebut.

Bahkan ada yang lebih rendah karena bemberian tunjangan hanya dilihat dari lama mengajar. Maka, kedepannya akan kembali diperketat namun masih tetap mengunakan peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen PAN ARB) nomor 16 tahun 2009 tentang fungsional jabatan guru. Pranata menyebutkan, kompotensi guru akan dibenarkan. Karena banyak guru yang kinerjanya rendah. Maka, ketika uji kompetensi dasar (UKG) banyak yang dibawah standar nasional 48.00 persen.

Berdasarkan data, UKG dilakukan, masih ada sebagian guru yang tidak dapat menjawab dan mengerjakan soal. Dapat disimpulkan ada guru yang dari 100 nomor soal jawab benarnya hanya tujuh bahkan ada yang satu nomor benar. Mayorotas guru mendapatkan skor dibawah enam, jika mengunakan skala satu hingga 10. Namun, meskipun UKG rendah tunjangan profesi guru tetap diterima, sehingga tunjangan mesti perlu dibenahi.

"Saya katakan guru kita bukan tidak pintar, tetapi mereka masih perlu di tingkatkan lagi pelatihannya dan kembali di perketat pemberian tunjangan profesi guru," ujar Pranata di Kemdikbud, Jakarta, Kamis, (11/6).

Bahkan ada yang lebih rendah karena bemberian tunjangan hanya dilihat dari lama mengajar. Maka, kedepannya akan kembali diperketat namun masih tetap mengunakan peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen PAN ARB) nomor 16 tahun 2009 tentang fungsional jabatan guru. Pranata menyebutkan, kompotensi guru akan dibenarkan. Karena banyak guru yang kinerjanya rendah. Maka, ketika uji kompetensi dasar (UKG) banyak yang dibawah standar nasional 48.00 persen.

Berdasarkan data, UKG dilakukan, masih ada sebagian guru yang tidak dapat menjawab dan mengerjakan soal. Dapat disimpulkan ada guru yang dari 100 nomor soal jawab benarnya hanya tujuh bahkan ada yang satu nomor benar. Mayorotas guru mendapatkan skor dibawah enam, jika mengunakan skala satu hingga 10. Namun, meskipun UKG rendah tunjangan profesi guru tetap diterima, sehingga tunjangan mesti perlu dibenahi.

"Saya katakan guru kita bukan tidak pintar, tetapi mereka masih perlu di tingkatkan lagi pelatihannya dan kembali di perketat pemberian tunjangan profesi guru," ujar Pranata di Kemdikbud, Jakarta, Kamis, (11/6).

Artikel Terkait

Website ""

Email : infoptkdotcom@gmail.com
Facebook : https://www.facebook.com/infoptkdotcom
Google + : https://plus.google.com/+opperantoni

107 komentar:

  1. Bukannya kemampuan guru itu rendah, tetapi perlu dilatih kembali sbg penyegaran. Karena banyak guru yang lebih dari sepuluh tahun tahun tdk pernah ikut pelatihan. Jadi pengetahuan guru terutama kemampuan pedagogik dan profesionalnya perlu di 'up-grade' Setuju dgn. pak Pranata.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya,,,saya sangat setuju sekali Pak, apalagi guru Penjaskes tidak pernah ada pelatihan apapun.

      Hapus
  2. bnr... pelatihan yg dilakukan oleh pemkab jg sgt minim. jarang ada serta jikapun ada pesertanya terbatas. good pak pranata.

    BalasHapus
  3. bnr... pelatihan yg dilakukan oleh pemkab jg sgt minim. jarang ada serta jikapun ada pesertanya terbatas. good pak pranata.

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi sulit pak, karena rata-rata guru di pedalaman jarang di ikutkan dalam pelatihan. bahkan kota saja lebih dari 10 tahun tidak pernah ikut pelatihan. komputer saja kalau pegang mouse, seolah-olah sudah diatas angkasa.

      Hapus
  5. Ini perlu dipertimbangkankan pak, misal guru produktif jurusan Teknik Instalasi tenaga Listrik. Sejak awal mengajar hingga sekarang (lama mengajar sudah 22 Tahun) dia hanya membawakan Pelajaran Dasar Kompetensi kejuruan Karena ada guru yang sudah senior, tentunya untuk Pelajaran Kompetensi Kejuruan guru tersebut sudah lupa. Nah sedangkan yang diujikan kebanyakan dari Pelajaran Kompetensi Kejuruan bagaimana guru tersebut bisa menjawab dengan benar ?

    BalasHapus
  6. Sangat setuju dgn komentar temen-2, bhwa pelatihan-2 utk gru sangat penting. Tapi juga metode pelatihan hrs tepat, serta ada keinginan dr guru untuk mengubah 'mindset'nya. Dan masih banyak faktor yg akan mempengaruhi kualitas guru. Tapi upaya pak Pranata patut di'support'.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya termasuk salah seorang yang Kurang Setuju dengan hasil penilaian UKG terutama bila hasil UKG dikaitkan dengan masalah tunjangan / Sertifikasi, juga kurang setuju bila UKG penilaiannya digeneralisasikan antara guru senior yang sudah lama / berpuluh-puluh tahun mengajar (sangat-sangat berpengalaman di lapangan dalam mengajar, bisa dikatakan ahli dalam mengajar, mendidik siswa / anak didik, sebaliknya tiori-tiori pendidikan secara akademik sudah hampir hilang dari kepalanya, dalam hal ini dapat dikatakan Nol "Orang udah lama keluar sekolah / Kuliah") dibandingkan dengan guru yunior yang baru lulus Sekolah / Kuliah kemudian satu dua tahun diangkat menjadi guru / PNS (minim pengalaman mengajar / mindidik siswa dalam hal ini bisa dikatakan Nol, namun teori-teori pendidikan secara akademik masih kuat dan penuh di kepalanya, "Orang baru lulus") setelah itu langsung ikut UKG, mari kita lihat dan pertimbangkan hal-hal sebagai berikut, bila hasil UKG menjadi patokan dalam menentukan kebijakan tentang masalah tunjangan sertifikasi dan kualitas kemampuan guru, :
      1. UKG seolah olah hanya sebuah tes yang bersifat akademik atau Teori, sudah dapat dipastikan siapa yang lebih mampu si YUNIOR atou si SENIOR. Pasti si Senior sang ahli yang berpengalaman akan tersisih, "Kasihan ...."
      2. UKG menggunakan pasilitas Komputer. belum semua guru tahu, bisa dan mampu menggunakan komputer terutama guru SENIOR. si SENIOR sang Ahli yang berpengalaman yang lahir di jaman "BATU he .... he ... he ..." (Belum ada komputer, masih jauh ... ... ...) akan bertarung (Berkompetisi dalam arena UKG) melawan si SENIOR yang lahir di Era Komputer (sudah mampu menggunakan komputer). Sudah dapat dipastikan siapa yang lebih mampu dan bisa mengerjakan dan menjawab soal UKG si YUNIOR atou si SENIOR. Pasti si Senior sang ahli yang berpengalaman, lagi-lagi akan tersisih dari arena UKG, "Kasihan ...."
      3. Dalam UKG penilain faktor-faktor yang bersifat pengalaman mengajar dan mendidik siswa atau peserta didik masih kalah oleh faktor-faktor penilaian yang bersifat akademik atau faktor-faktor penilaian yang bersifat teori dalam hal ini Sudah dapat dipastikan siapa yang lebih mampu dan bisa mengerjakan dan menjawab soal UKG si YUNIOR atou si SENIOR. Pasti si Senior sang ahli yang berpengalaman, lagi-lagi akan tersisih dari arena UKG, "Lagi-lagi dan lagi Kasihan ...."
      4. ... .... dan masih ada banyak lagi ... .... untuk kita pertimbangkan bersama ..... ...... .... walaupun tidak semua Guru Senior seperti itu. ..................... "Bersambung" ..........

      Hapus
  7. pelstihan yang ada selkama ini..trak lepas soal kurikulum melulu,,apalagi swering ganti kurimulum,,jadi pelTIHAN MASALAH KURIKULUM SEDANGKAN MATERI AJARA TIDAK PERNAH MENDAPAT PENYEGARAN,,,TERUS SIAPA YANG MESTI DISALAHKAN DAN YANG TELEDOR GURU ATAU PENENTU KEBIJAKAN/PEMERINTAH

    BalasHapus
  8. pelstihan yang ada selama ini..tTIDak lepas soal kurikulum melulu,,apalagi sering ganti kuriKulum,,jadi pelTIHAN MASALAH KURIKULUM TERUS YANG ADA .SEDANGKAN MATERI AJAR TIDAK PERNAH MENDAPAT PENYEGARAN,,,TERUS SIAPA YANG MESTI DISALAHKAN DAN YANG TELEDOR GURU ATAU PENENTU KEBIJAKAN/PEMERINTAH

    BalasHapus
  9. Pak, Apakah benar guru mulok Bahasa Daerah di SMK TPGnya tdk bisa cair karena dapodiknya tdk ada (tdk suport mulok bahasa daerah)? Sehingga tdk keluar SKTP. Guru bahasa daerah di kabupaten kami tengah resah karena informasi itu.Mohon penjelasan. Terima kasih.

    BalasHapus
  10. MASALAH SERTIFIKASI: Mohon infonya saya sudah sertifikasi tahun 2012 dan sk pencairan dana sudah ada untuk bulan juli-desember 2015 namun sampai sekarang saya belum juga menerimanya, mohon Bantuannya pak.

    BalasHapus
  11. maaf, nama saya DELTA ANDRIAN HUTAGALUNG mengajar di BATAM-KEPRI

    BalasHapus
  12. pabila administrasi guru lengkap baca syarat guru minimal 8 point administrasi, maka kinerja guru akan terpantau dengan baik. sudah betul pemerintah, namun mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tanggungjawab semua anak bangsa melalui lembaga pendidikan, caranya : DIKNAS/KEMENAG; fokus pada pelatihan guru yang jumlahnya tentu tidak terlalu buanyak, bertahap atau libatkan pengawas sekolah/madrasah yang profesional

    BalasHapus
  13. saya setuju dengan adanya pelatihan masalahnya banyak guru yang puluhan mengajar di pedalaman dan jauh dari informasi baru otomatis kompetensi yang dimiliki itu-itu aja trus difonis sebagai guru tidak mampu ... mereka pejuang harus diharai

    BalasHapus
  14. jika pada tahapan input saat rekrutmen penerimaan mahasiswa baru yang akan menjadi calon guru dan kampus yang terakreditasi selanjutnya pada tahapan prosesnya didasarkan pada POAC INSYAALLAH OUTPUT nya akan baik dan akan melahirkan guru yang profesi serta profesionalisme maka wjiblah diamemperoleh tunjangan profesi. inti nya apapun peraturannya tetap akan banyak plus minusnya semoga solusi yang sesuai akan kita dapatkan...demikian pak pranata comentar dari saya

    BalasHapus
  15. di daerah kami guru yg mendapatkan tunjangan itu yg dekat dengan orang uptd.meskipun masa kerja kurang dan blum punya nuptk masih tetap mendapatkan tunjangan.
    sdgkn guru yg tdk dekat dngn orang uptd sangat sulit sekali mendapatkan tunjangan apapun meskipun sudah mempunyai nuptk n masa kerja cukup.jd bagi guru yg tdk dpn tunjangan apapun hanya pasrah kpd ALLOH SWT

    BalasHapus
  16. masih banyak guru yang membutuhkan tunjangan sertifikasi, termasuk di daerah saya..

    BalasHapus
  17. setuju... memang sebvagian besar Guru di indonesia ini adalah di karenakan oleh ada kesempatan untuk mengisi pekerjaan,bukan karena dengan panggilan yang sesuai dengan akademis dan hati. maka wajarlah demikian..... dan langkah yang tepat untuk membenahinya adALAH MELALUI PENYEGARAN.

    BalasHapus
  18. saya, kurang setuju kalo hanya nilai UKG yang dijadikan acuan untuk menerima tunjangan profesi guru,karna banyak faktor yang menyebabkan nilai bisa rendah,

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya betul, bahkan semakin tua usia seorang guru, bukannya semakin pintar, tapi daya ingatnya sudah mulai kendur.

      Hapus
  19. saya . kurang setuju karena nilai UKG TDK dapat dijadikan sebagai pedoman dlam penerimaan tunjangan profesi,krn untuk mencapai lulus dlm memperoleh sertifikat itu sulit,bahkan klao nilai UKG itu di pakai sebagai pedoman ,maka banyak para guru yg setres.

    BalasHapus
  20. saya . kurang setuju karena nilai UKG TDK dapat dijadikan sebagai pedoman dlam penerimaan tunjangan profesi,krn untuk mencapai lulus dlm memperoleh sertifikat itu sulit,bahkan klao nilai UKG itu di pakai sebagai pedoman ,maka banyak para guru yg setres.

    BalasHapus
  21. benar sekali pak, banyak guru yang mendapat tunjangan profesional tetapi dalam kerjaan tidak profesional

    BalasHapus
  22. saya tidak setuju ,karena nilai UKG.bukan semata menjadi patokan dasar bagi kompetensi pedagogig,seorang guru.apalagi yang disampaikan oleh saudara Mawardi A.anda sama sekali keliru.jangan ucapkan kata kata yang menjatuhkan guru penjas.anda salah yang aktifitas yang anda jalani setiap hari, taklain dan tak bukan,menyangkut dengan pembelajaran penjas,anda keliru saudara ,karik kembali kata katamu.

    BalasHapus
  23. Kok cuma guru mulu yang disejahterahkan..
    Buat kami operator dan staf TU kapan disejahterahkan???

    BalasHapus
  24. jika ketika menempuh S 1 nya dulu benar2 sebagai seorang penuntut ilmu, bukan pengejar Ijazah, maka org tsb akan mumpuni dan menguasai berbagai cabang ilmu karena membaca adalah kegiatan di siang dan malam. sihingga ketika membaca buku ajar ia akan tertawa, betapa dangkalnya buku ajar kita, krn level kita Guru, dan buku tsb bukan utk konsumsi Guru tp utk level siswa.namun demikian byk juga guru2 yang belum level membaca buku ajar..... tapi nyatanya pemerintah hy menghargai yg formalitas saya seorang sarjana Agama, satu pokok bahasan dlm pelajaran PKN atau Sejarah atau sosiologi atau Geografi yg di kupas dalam buku hy 2 atau 3 halaman,...maka dimemori otak saya ada 10 halaman referensi .saya pernah berseloroh pada teman guru yg sdh PNS, sampai S3 pun kamu sulit melampaui kemampuan saya walau sy hy seorang guru swasta dan hy S1..

    BalasHapus

  25. guru2 yg mengajar di sekolah SLTA yg berbasis Pesantren/ di lingkungan pesantren YANG MASIH DALAM tarap perkembangan (jumlah kelasnya masih sedikit) HARUSNYA ada perhatian kusus.walaupun keberadaan Sekolah tsb utk membekali peng umum santri. shg efektifitas belajar terjamin krn keberadaanya di lingkungan sendiri bukan di tempat lain.

    BalasHapus
  26. UKG selama ini hanya menguji guru yang kurang jelas manfaatnya, terlebih yang diujikan teori mengajar, paedagogik, teori kejuruan tanpa followup dari dari hasil yang diujikan. Jika guru ingin meningkat kualitasnya mestinya setelah melihat hasil UKG yang rendah pemerintah langsung merencanakan pelatihan secara bertahap diberbagai daerah( teori mengajar, paedagogik, teori kejuruan dan aplikasi aturan2). Selama ini penataran hanya seputar perubahan kurikulum, sementara ilmu yang harus diberikan dihadapan siswa jarang di upgrade(ditatar), kalaupun ada tidak merata dan tidak menyentuh substansi pelajaran.

    BalasHapus
  27. Pendapat saya PKG tidak dapat dijadikan patokan untuk memutuskan dibayar atau tidaknya tunjangan sertifikasi guru, soal dan jawaban yang diberikan PKG sangat teoritis, sementara kegiatan belajar mengajar adalah kegiatan praktis. PKG bersifat sangat situasional. Banyak faktor yang menjadi penyebab rendahnya nilai tersebut. Banyak guru yang datang dari daerah terpencil selama berhari-hari untuk mengikuti PKG di kota yang ada jaringan internetnya. Hal seperti itu menimbulkan kondisi stress, depresi, belum lagi ribuan siswa yang harus ditelantarkan karena harus datang untuk mengikuti kegiatan UKG. Saya lebih setuju jika PKG dijadikan bahan masukan untuk meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan-pelatihan. Bukan untuk menghentikan sertifikasi. Hal ini akan semakin menimbulkan keresahan dalam diri guru terutama mereka yang belum mengenal internet karena tempat tugas yang belum terjangkau jaringan internet. jikalau PKG digunakan sebagai keputusan tunjangan sertifikasi guru dibayar atau tidak, sebaiknya PKG hasil supervisi pengawas sehingga yang dilihat adalah kegiatan praktek mengajar guru secara riil, bukan hasil guru menjawab soal teori secara on line melalui komputer, semoga menjadi pertimbangan...

    BalasHapus
  28. Saya kurang setuju klo penerimaan Tunjangan guru dilihat dr hsl penilian UKG, UKG sendiri perlu dibenahi setidaknya soal disesuikan dengan pertanyaan dan jawabannya. Jika ingin meningkatkan mutu kualitas guru setidknya ad pelatihan dan dan kurikulum pun sering ad perubahan. Kami guru dibuat bingung, selama ini penetaran hanya seputat perubahan kurikulum saja, saya sudah 9 tahun mengajar sebagai guru honorer, tlong perhatiannya dan klo memang itu hak kami u mendapatkan TP atau sertifikasi. Setidaknya tepat saran dan tidak dipersulit dengan adany UKG.

    BalasHapus
  29. Pelatihan guru sebaiknya diberikan secara merata keseluruh guru

    BalasHapus
  30. Nilai rendah yang didapat guru saat UKG HARUS DITINJAU penyebabnya.Banyak faktor misalnya ,guru hanya mengajar di tingkat yang sama sampai bertahun-tahun sehingga lupa dengan materi yang lain,,,kemampuan siswa utk menerima materi yang ada di kurikulum harus ditinjau kembali

    BalasHapus
  31. Pendapat saya PKG tidak dapat dijadikan patokan untuk memutuskan dibayar atau tidaknya tunjangan sertifikasi guru, soal dan jawaban yang diberikan PKG sangat teoritis, sementara kegiatan belajar mengajar adalah kegiatan praktis. PKG bersifat sangat situasional. Banyak faktor yang menjadi penyebab rendahnya nilai tersebut. Banyak guru yang datang dari daerah terpencil selama berhari-hari untuk mengikuti PKG di kota yang ada jaringan internetnya. Hal seperti itu menimbulkan kondisi stress, depresi, belum lagi ribuan siswa yang harus ditelantarkan karena harus datang untuk mengikuti kegiatan UKG. Saya lebih setuju jika PKG dijadikan bahan masukan untuk meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan-pelatihan. Bukan untuk menghentikan sertifikasi. Hal ini akan semakin menimbulkan keresahan dalam diri guru terutama mereka yang belum mengenal internet karena tempat tugas yang belum terjangkau jaringan internet. jikalau PKG digunakan sebagai keputusan tunjangan sertifikasi guru dibayar atau tidak, sebaiknya PKG hasil supervisi pengawas sehingga yang dilihat adalah kegiatan praktek mengajar guru secara riil, bukan hasil guru menjawab soal teori secara on line melalui komputer, semoga menjadi pertimbangan...

    BalasHapus
  32. GURU YG TEBAK JINGGO NILAI NYA BAGUS GURU SERIUS NILAI NYA RENDAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa juga hal itu terjadi akibat kehatihatian akhirnya jeblok

      Hapus
  33. Usaha pemerintah utk meningkatkan kinwrja dan kompetensi sudah tepat. Mudah2an keadilan bisa ditegakkan. Sampai sekarang masih pembohongan. Misalnya nilai dp3 yang tinggi itu yg paling senior yg paling rendah yang paling junior. Kepala sekolah tidak mampu.menilai secara adil kinerja guru di sekolah. Begiru juga nilai yg diberikan oleh assesor. Begitu juga pemberian gaji, yg tua selalu lebih tinggi gajinya. Apakah yg muda selalu lebih rendah kompetensinya dari yg tua?.
    Namun saya akan memberikan saran
    1. tentang soal yg diberikan kepada guru hendaknya soal2 yg valid. Soal tidak masalah dari soal setingkat materi s2 atau s3, tapi soal harus valid. Minimal diujicoba dulu.

    2. Beri bantuan utk mgmp atau kkg utk meningkatkan kompetensi. Beberapa bulan yg lalu kami diminta membuat proposal oleh bpk kepala dinas dari kementerian utk mencairkan dana. Tapi sampai sekarang belum ada berita. Mhn dikabari lewat email!. Katanya dikirim ke email tapi tidak pernah dibalas. Kami juga ada mengirim hardcopynya. Mhn bpk/ibuk dari kementerian meluangkan waktu utk kompirmasi.
    3. Selama ini pelatihan kebanyakan kurang berbobot atau hanya bertujuan menghabiskan anggaran. Faktanya kebanyakan orang yg mengikuti diklat tidak meningkat kompetensinya.
    3. Kami bermohon semoga materi diklat benar2 materi yang kami butuhkan.
    Terimakasih.
    Wassalam.

    BalasHapus
  34. kasihan guru yang kebingungan menambah pengetahuan ,tidak perlu menunggu diklat,karena prosentasinya jarang,aktiflah mencari info lewat media elektronik,cepat dan hemat hanya memang kita harus rajin membaca dan memahami isinya

    BalasHapus
  35. Saya heran: tunjangan sertifikasi dari 2010 hingga semester I (2015/2016) lancar, kok semester II ada banyak data yang hilang...hayoooooo yang salah siapa?????

    BalasHapus
  36. bagaimana pak kalau jam linier minimal 6 ,ditambah jam lain yang serumpun sehingga jumlah 24 jam ,jadi tidak jesana kemari mencari jam tambahan ke mana2 ,akhirnya tidak fokus ngajar ,karena hatus memikirkan murid dan tugas di sekolah lain ,itupun kalau sekolah lain ada jam ,kalau tidak berarti tidak dapat tpp,akhirnya frustasi

    BalasHapus
  37. Bilang saja tak mau bayar. Alasan.Guru dibodoh-bodohi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju Pak.
      Saya kira guru yang sudah mendapat Sertifikat Guru, layak dan pasti bermutu. Kalau tidak , berarti yang memberi sertifikat atau yang meluluskannya tak bermutu. Sekarang kembali ke Tunjangan, ... undang - undang menyatakan : berikan itu tunjangan guru yang sudah bersertifikasi dan masih aktif mengajar. Kalau masih banyak unek-unek , tetek bengek... anda tidak tulus dan menghalangi . Kalau boleh jujur .. kesempatan dan program ini telah dimanfaatkan orang-orang tertentu. Akhirnya merembes pada ketidak nyamanan guru mengajar. Usul saya :
      1. Jam mengajar, kalau memang standard jam mengajar menurut pemerintah 24 jam maka kalau seorang guru yang mengajar di bawah 24 misalnya x, menerima tunjangan x/24 kali besar sertifikasi yang seharusnya.
      2. Masalah UKG dan yang berkaitan dengan dengan pengembangan guru adalah masalah lain, mungkin kompleks, jangan kaitkan dengan dana sertifikasi.
      3. Permohonan saya sebagai guru ... berikanlah penghargaan dengan tulus ... capek deh...kami guru dipermainkan.

      Hapus
    2. guru mengajar 24 jam, guru gak bakal bisa hidup dengan mengajar 24 jam,kalau gaji perjam cuma 25000, apa bisa menghidupi keluarag ?, syarat syarat yang di berikan justru membodohi guru

      Hapus
  38. Peraihan nilai UKG yang rendah wajib ditinjau dan cari akar masalahnya dan mengajak semua komponen guru untuk mengisi diri dalam perkembangan kompetensi yang ada saat ini.
    Saya punya data dalam dapodik tidak valid banyak data yang salah seperti golongan ruang sebenarnya IV/b namun III/a tertera di sana, kemudian udah diperbaiki oleh operator sekolah namun masih belum berubah kondisinya. Mohon tindaklanjutnya, mungkin saja banyak guru seperti ini. Terimakasih

    BalasHapus
  39. saya tak percaya dengan penilaian UKG, justru saya meragukan si pembuat soal,karena menurut saya amati soalnya cuma copy paste, saya yakin si pembuat soal tak mengerti soal yang mereka buat, lagi pula 100 soal tidaklah menjamin mampu menilai guru

    BalasHapus
  40. Muncul masalah baru ketika Dapodik diterapkan di SMA/SMK, banyaknya guru2 Mata Pelajaran Matematika, Bah. Inghris, Bah. Indonesia, Penjaskes, justru Sudah mengajar sesuai dgn Kompetensi namun tidak mendapatka SK penerima tunjangan Sertifikasi dari PMPTK ini rasanya lebih tidak adil lagi, masalah nilai UKG bnyk yg di bawah Standar penyebabnya Guru2 fokus mengajar pada kelas2 paralel, sehingga materi yg dikuasai fokus pada kelas paralel saja, mengapa guru lebih fokus pada kelas paralel karena jika guru mengajar pa kelas seri maka tugas administrasi yg akan dibuat sangat banyak sehingga persiapan mengajar materia ajar jadi nomor 2 yg nomor satu adalah persiapan Administrasi. Smoga dapat dipikirkan lagi

    BalasHapus
  41. mengajar sudah sesuai dengan pelajaran yang diampu, ko dikatakan tidak linear

    BalasHapus
  42. Diklat memang dibutuhkan tapi teknik dan metodenya mesti diubah jangan seperti yg sudah-sudah. jangan cenderung kepada teori tetapi lebih menekankan pada prakteknya / penerapannya di depan kelas

    BalasHapus
  43. Jangan disakiti Guru lagi, kenyataan banyak Guru yang jadi korban karna Konversi Nomor Peserta Guru pada sertifikat Pendidik, seharusnya kedua nomor peserta baik yang belum dikonversi maupun yang sudah dikonversi diterima dalam dapodik, contoh saya mengajar matematika di SMK kode MP pada nomor peserta 318 namun namun diubah no kode jadi 180, nah karena perubahan no kode MP maka saya dianggap tidak Linear dalam mengajar padahal MP yang saya berikan sesuai dengan keahlian saya Matematika, banyak teman-teman Guru yang jadi korban dengan konversi tersebut, seharusnya Pihak yang berkompeten dengan penerbitan SK TPP meninjau kembali secepatnya sebelum banyak Guru yang sudah mengabdi tidak mendapatkan keadilan.

    BalasHapus
  44. makanya pak rekrutmn guru harus kompetitif angan diserahkan daerah hasilnya ya seperti ini ,apalagi sistim data base itu,tdk kompetitif sekali ,mohon tes,upgred,dsb yang lebih mau brooo

    BalasHapus
  45. Saya sudah mengajar lebih dari 24 jam kalau di total ada 52 jam karena sekolah pagi dan siang. yang saya ajar sesuai bidang studi sertifikasi tapi dibilang JJM tidak linier ,,,, bagaimana itu y..

    BalasHapus
  46. saya guru ekonomi jam tatap muka 14 jam, tugas tambaham wakasek sarana dihitung 12 jam total 26 jam, pendidikan s2 linier hasil ukg 68 tapi pas diupgred data ulang cuma terdaftar 14 jam, apa yang salah dengan data saya jumlah rombel 20, wakasek ada 4, kurikulum, kesiswaan, sarana dan humas terus apa solusinya ini .....

    BalasHapus
  47. Kita akui kemampuan guru itu rendah, tetapi perlu dilatih kembali sbg update hal-hal terbaru sekaligus penyegaran. Karena banyak guru yang lebih dari sepuluh tahun tahun tdk pernah ikut pelatihan. Jadi pengetahuan guru terutama kemampuan pedagogik dan profesionalnya serta polakan ke depan pelatihan - pelatihan di perketat pengelolaan dan kepengawasannya dalam pelaksanaan. Setuju dgn. pak Pranata. mari kita otokritik demi perbaikan kualitas bangsa ini. Sy ini guru Fisika SMK N 1 Denpasar, jumlah jam menurut informasi yg sy terima fisika hanya dapat ditingkat I bgmn ini ? Padahal fisika merupakan ilmu dasar yg harus mendapt perhatian penuh. Tks Salam

    BalasHapus
  48. Sertifikasi guru diberikan pada guru yang sudah profesional. Saat ini tanda keprodesionalannya adalah sertifikat yang diberikan pemerintah mekalui PT yang dia percayai. Soal alasan UKG atau yang lain yang rendah adalah hal lain dan tugas berkelanjutan dari pemerintah lewat dept.pendidikan. Sekarang ... berikanlah hak guru sesuai UU. Jangan dicekcoki dengan alasan_alasan yang dicari_cari dan dibuat_buat. Bagi saya ini aneh... katanya tidak tepat sasaran, Jam tidak cukup, tambah sertifikat, perlu sk ini dan itu. Sebenarnya apakah anda tulus mau mensejahterakan guru ? Mohon maaf pada pak menteri pendidikan, tolong lihat apa yang sebenarnya terjadi di bawah.. itu lebih baik daripada Bapak menyusun kata-kata mutiara yang indah didengar. Selama ini tahu tidak bapak apa akibat/efek lain dari aturan-aturan yg terjadi di daerah ? Kecemburuan, banyak oknum yang bermain, ketidaktenangan guru mengajar. Saran saya berikan saja tunjangan sertifikasi guru sesuai hak sertifikasinya. Soal besarnya...sesuaikan saja dgn jam mengajar. Jika jam wajib X, guru mengajar t, maka penerimaan t: X kali uang sertifikasi norma. Maaf jika saya salah. Salam

    BalasHapus
  49. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  50. aturan sekarang membuat guru dan struktural banyak yang tdk jujur, persiapkan saja guru masa depan yang lebih baik...

    BalasHapus
  51. Syalom,
    Semua komentar di atas saya setuju. Mungkin saya ingatkan kembali kepada semua pihak yang berwenang dengan sertifikasi guru....Sertifikasi guru itukan janji yang diberikan oleh seorang calon presiden pada masa lalu jika terpilih.Makanya,Kalau mau memberikan sesuatu jangan karna ada kepentingan.Tapi berikan dengan tulus sebagai penghargaan kepada para guru yang sudah berjasa menjadikan ORANG-ORANG TERHORMAT, DAN BERPANGKAT, DI NEGERI INI.

    BalasHapus
  52. Salam,
    Tidak adil jika kita melulu menyorot rendahnya kompetensi guru. Lihatlah dedikasi mereka yang tidak kenal pamrih. Contonya, banyak SMA di Aceh yang tidak memiliki guru kesenian. Teman-teman kita (guru) tetap dengan ikhlash mengajar MP kesenian meskipun tidak linear dengan MP yang diampu. Jika ditotal, jumlah Jam Mengajar kita jauh diatas 24 jam. Tapi keikhlasan yang demikian tidak dihargai untuk mendapatkan sertifikasi. Kita tidak tega melihat siswa tanpa belajar MP kesenian tsb meskipun pemerintah tidak menghargai jerih payah ini. Beginilah guru. Apapun kata orang, kita tetaplah pahlawan tanpa tanda jasa. Namanya juga pahlawan. Penghargaan hanya dapat kita harapkan dari Allah. Sisi lain, pemerintah kita memang sedang berusaha untuk membangun sebuah sistem kebijakan menskipun hingga saat ini belum dapat dipandang bijak. Wallahu'alam bish-shawab.

    BalasHapus
  53. Nilai ukg tdk bs dijadikan dasr pemberian tpg..idealnya tpg dijadikan bahaan evaluasi guru tuk mwningkatkan kompetensinya spt. Pelatihan2 yg tepat sasaran karna selama ini ad yg sdh diberikn peltihan ad jg yg blm

    BalasHapus
  54. Guru SMK: Alhamdulilah..TPG cair pd Semester 1 thn 2015/2016 di bulan Desember 2015. Tapi di Semester 2 2015/2016 sampai 2 Juni 2016 tidak Cair, kenapa ya..? padahal JJM sama 24 Jam dan sesuai Sertifikat Pendidik (Linier)
    Awas: Nggak Perlu Ngajar setahun yg penting Dapodik Hijau, TPG cair juga. Dapodik bisa di Bohongi. tolong hal ini harus di ketahui. Keadilan harus menjadi acuan kuat.

    BalasHapus
  55. Idealnya Pelatihan harus diberikan kepada semua Guru dan jenisnya disesuaikan dengan kelompok rentangan nilainya.

    Mengapa guru yang nilai UKGnya tinggi dan mengajar pada sekolah yang akreditasi A saja yang dipanggil untuk mengikuti seleksi Tutor Nasional, sementara guru yang mengajar pada sekolah yang akreditasi B tidak dipanggil padahal banyak guru yang nilainya tinggi

    BalasHapus
  56. perlu kit tau semuax penddikan kita semakin dipersulit pasti tidak akan perna beres-beres kita tau guru itu selalu diberikan suatu metode seolah guru disuru begini begitu padahal yang membuat teori itu bukan dia yangmengajar tidak bisaka guru diberikan kesempatan mengembangkan tehnik dan teorinya sendiri-sendiri. kita harus tau yang terpilihmenjadi guru itu bukan pemerintah yang membuat takdirnya itu tapi sang pencipta karen guru itu mempunyai ciri khas yang perlu dipanuti. jadi skrg kalu guru selalu dibuat distir-stir kemana saja pasti negara kita tidak akan bsa maju karena gurunya selalu dibuat menderita dengan berbagai aturan-aturan. maka dari itu ayo kita kembali, perlu juga kita tau ada dua didunia ini yang perlu kita taati jika setelah tuhan yaitu kedua orang tua dan guru.dosa kepada guru berarti orang, negara atau apa saja tidak akanpernah sukses dan bahagia didunia apalagi diakhirat.

    BalasHapus
  57. perlu kit tau semuax penddikan kita semakin dipersulit pasti tidak akan perna beres-beres kita tau guru itu selalu diberikan suatu metode seolah guru disuru begini begitu padahal yang membuat teori itu bukan dia yangmengajar tidak bisaka guru diberikan kesempatan mengembangkan tehnik dan teorinya sendiri-sendiri. kita harus tau yang terpilihmenjadi guru itu bukan pemerintah yang membuat takdirnya itu tapi sang pencipta karen guru itu mempunyai ciri khas yang perlu dipanuti. jadi skrg kalu guru selalu dibuat distir-stir kemana saja pasti negara kita tidak akan bsa maju karena gurunya selalu dibuat menderita dengan berbagai aturan-aturan. maka dari itu ayo kita kembali, perlu juga kita tau ada dua didunia ini yang perlu kita taati jika setelah tuhan yaitu kedua orang tua dan guru.dosa kepada guru berarti orang, negara atau apa saja tidak akanpernah sukses dan bahagia didunia apalagi diakhirat.

    BalasHapus
  58. kalo pemerintah selalu memberikan teori-teori yang harus dijalankan oleh guru pasti negara kita tidak akan pernah bsa maju karena knapa pemerintah kita tidak mempertahankan teori ibu kartini dan khjar dewntara yang bagus itu liat dulu ahlak dan ilmu pengetahuan peserta didik sangat memuaskan. dan ingat meresahkan guru-guru dengan teori-teori yang dibuat itu tidak akan bsa berhasil coba survey guru-guru pasti mereka mau teori mereka sendiri yang dijalankan supaya kreafitas mereka knapa guru yang harus diurusi denga teori-teori padahal guru tempo2 sebelum adanya teori - teori aturan mengikat mereka banyak yang berhasil dengan anak didiknya kanap setelah adanya aturan-teori2 guru kita . . . . susah knap kita selalu ikut-ikutan membutkan teori kepada guru 2 kita padahal guru itu bukan pemerintah ataupun siapapun yamg membuat takdir mereka

    BalasHapus
  59. Sangat tidak setuju kalau nilai UKG dijadikan syarat Sertifikasi untuk mendapatkan berbagai tunjangan. Bisa jadi Soal UKG dirancang sedemikian rupa (sengaja dipersulit) agar guru banyak yang gugur. Kalau seperti ini berarti Pemerintah setegah hati dalam mensejahterakan para guru. Masih ada ribuan soal yang bisa dijawab oleh guru terkait Mata Pelajaran yang diampuh. Kebetulan saja soal UKG yang keluar memang agak sulit dijawab, tapi bukan berarti tidak bisa dijawab hanya saja butuh waktu dan proses. Selain itu apakah soal UKG sudah melalui Analisis Butir Soal, seperti yang biasa dilakukan oleh para guru terhadap peserta didiknya? Jangan sampai mengandung makna atau pengertian ganda. Terkait soal UKG kalau bisa Standar Kompetensinya sama dengan Standar Kompetensi untuk peserta didik karena Standar itulah yang kita akan teruskan atau ajarkan kepada mereka. Terkait mata pelajaran yang kami ampuh, kami akui kalau kami masih punya keterbatasan yang semakin hari semakin berkurang. Lalu bagaimana dengan kelebihan yang kami miliki yang tidak kalah banyaknya dengan keterbatasan kami? Apakah tidak perlu diperhitungkan dan diberikan penghargaan? Gambaran paling dekat terkait situasi dan kondisi seperti ini dapat kita lihat pada peserta didik kita. Terkadang ada beberapa peserta didik yang mendapat penilaian dibawah standar. Terutama pada saat ulangan harian atau ujian yang lainnya. Namun ketika sampai pada Ujian Nasional peserta didik tersebut mendapat nilai jauh di atas rata-rata mengalahkan peserta didik lainnya termasuk mengalahkan peserta didik yang kita anggap cerdas atau pintar. Apa arti semua ini? Bukankah ini mengandung arti bahwa manusia memiliki kelebihan dan keterbatasannya masing-masing terkait pengetahuan yang dimilikinya. Mungkin saja soal UN itu mudah dicerna oleh peserta didik yang dibawah rata-rata dan sangat sulit bagi peserta didik yang diatas rata-rata. Selain UKG harus ada cara lain dalam menentukan Kompetensi seorang guru.

    BalasHapus
  60. Saya Stuju apa yang di sampaykan Pak HAMID RUMA, Benar sekali itu Pak Hamid. Katanya Guru itu Pahlawan tanpna tanda jasa, tapi pada kenyataannya, jasa2 yang di hargai Negara slalu dan selalu di timabang2. coba lihat Jepang Pasca PD 2, ucapan kaisarnya pada masa itu " MASIH SISA BERAPA GURU "....karna Guru lah di anggab sebagai Tonggak kelanjutan dari Negeri ini.

    BalasHapus
  61. SAYA STUJU SKALI DENGAN PENDAPAT PAK HAMID RUMA. KEJAYAAN SUATU BANGSA BUKAN KARNA PEMIMPINNYA, TAPI KARNA JASA-JASA TENAGA PENDIDIK ( GURU ). OLEH SEBAB ITU, HARGAI JASA KAMI DAN JANGAN TERLALU BANYAK PERTIMBANGAN2 DALAM MENGAMBIL KEBIJAKAN UNTUK MENSEJAHTERAKAN TENAGA PENDIDIK.

    BalasHapus
  62. Guru semakin dipersulit dengan berbgai aturan tapi knapa kita selalu membuat susah diri dengan teori-teori yang mempersulit guru-guru. Dan guru-guru pun turut merasa senang dan bahagia. padahal itu semua ditertawakan anak2 dan membuat guru2 kita susah dan tidak mengajar.. . . karena hy berpikir soal tunjangan.

    BalasHapus
  63. mohon maaf. lo smua mikir tunjangan profesi....
    mohon diingat masih banyak mereka yang lebih profesional namun tak pernah sekalipun dapat tunjangan.
    ijazah sudah S1, mengajar sudah 7 tahun lebih. tapi pas namanya masuk longlist ternyata besoknya sudah terhapus.
    kasiankan???? tolong lebih baik lagi

    BalasHapus
  64. RIBED AMAT TUNJANGAN SERTIFIKASI 1,5 AJA BANYAK TUNTUTAN INI ITU GAJI GURU HONOR DI DKI MASIH KALAH SAMA OB ATAU TUKANG CUCI GOSOK MANA PENGHARGAAN BUAT GURUUUUUUUUUUU DI INDONESIA

    BalasHapus
  65. SAYA DI JEMBER JATIM DI SMK TEKNOLOGI BALUNG MELAKSANAKAN PSG SELAMA 9 BULAN DI KELAS XI, TIMBUL PERTANYAAN BAGAIMANA NANTI PENILAIAN WAJIB A,B DAM C, TERNYATA SAAT SISWA DI KELAS X HARUS MENERIMA MATERI KELAS XI JUGA. KOK BINGUNG JADINYA APA ADA YANG PUNYA TENTANG ATURAN/LANDASAN HUKUM PSG..... MOHON SAYA MINTA. wwsito@gmail.com

    BalasHapus
  66. Salam dan Semangat guru pembelajar
    Setelah Menteri berganti saya berharap ada terobosan untuk guru swasta. Di daerah saya insentif guru negri begitu menggiurkan, sementara honor dan swasta terabaikan. Sekolah negri menampung murid lebih 40 orang per kelas ... tanpa mempertimbangkan efektifitas pembelajaran dan swasta. Kurikulum belum jelas, disana KTSP disini K-13 ada juga K-13 pembaharuan / K-Nasional. UKG dan sertifikasi.....?
    Semoga ada Kepastian

    BalasHapus
  67. Kurtilas dan full day school akan membuat guru agama dituntut integritasnya untuk mendukung program JOKOWI....namun dalam realita guru agama selain agama Islam (Kristen, Katholik, Hindu, Budha) sangat memprihatinkan karena sulit mencapai 24 jam mengajar.....jika pemerintah kurang menaruh perhatian pada pend. Agama maka saya yakin guru agama akan kurang bersemangat untuk mendukung program pemerintah. Perlu diingat profesional dan kesetiaan pengabdian guru agama masih jarang dihargai....amal dan ibadahnya sudah teruji tapi biaya hidup di dunia perlu dihargai.........

    BalasHapus
  68. Sangat tidak setuju kalau nilai UKG dijadikan bahan penilaian tentang kualitas guru dan syarat untuk mendapatkan berbagai tunjangan.buktinya setelah siswa kami beralih kejenjang pendidikan diatasnya,siswa kami tetap bisa berkompetisi dengan siswa yang katanya dari sekolah unguulan atau paporit dsb. Pertanyaannya apa dan siapa yang keliru dalam hal ini ?

    BalasHapus
  69. Untuk meningkatkan kinerja guru perlu banyak pelatihan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bersemangatlah dan bersyukurlah menjadi guru pembelajar

      Hapus
    2. saya sangat setuju bahwa guru berlatih, berlatih, dan berlath

      Hapus
  70. SERTIFIKASI, artinya jaminan kualitas, kalau masih ada yang belum memenuhi harapan setelah di sertifikasi, pasti ada yang salah...
    Mari kita dukung program pemerintah, pasti semuanya untuk masa depan bangsa...

    BalasHapus
  71. Alangkah bijaksana jika sertifikasi guru tetap ada, dan tunjangan kinerja operator sekolah juga diperhatikan, sebab semua data sekolah tergantung kepada OPS, terima kasih

    BalasHapus
  72. Program Guru pembelajar online merupakan wahana pengembangan tenaga pendidik untuk menuju kemajuan teknologi dunia maya sehingga perlu dikemas melalui perangkat berupa layana internet jangan sampai lemot .... klo lemot merupakan awal kemalasan

    BalasHapus
  73. Banyak guru menjadi bingung, bukab karena tidak pintar.UKG Saya lulus 10 kompetensi alias lulus semua. Tapi pencairan tunjangan selalu terhambat karena sistem pendataan dan prosedur.Dan guru lain yang lulus cuma 3 atau 4 kompetensi lancar2 saja.Banyak aturan tetapi semua tidak memihak kepada guru, termasuk guru yang cerdaspun sering menjadi korban sistem

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan cek di info ptk (http://s.id/4pu), apa yang salah. Apakah jam/minggu atau ada data yang kosong, sehingga mempunyai masalah(berwarna merah)

      Hapus
  74. Sikap pemerintah untuk meninjau kembali pemberian tunjangan sertifikasi sangat tepat karena kita semua sepakat untuk membangun dunia pendidikan yang bermutu dan bermartabat di mata duania. Marilah kita merefleksikan diri kita masing masing adakah kita telah melaksanakan tugas sebagai guru yang profesional di bidangnya ? Kita yang di panggil penjadi pendidik hendaknya selalu membenah diri dari waktu ke waktu dengan belajar dan terus belajar .Janganlah kita selalu menuntut pemerintah untuk menyelenggarakan pelatihan yang membutuhkan dana yang begitu besar. Di jaman moderen ini marilah kita menggunakan segala fasilitas untuk berbagi infrmasi khususnya pada bidang yang kita embani. Di satu sisi kami para guru terus berharap agar pemerintah tidak menghilangkan dana tunjangan sertifikasi karena kesejahteraan para guru adalah harga mati.

    BalasHapus
  75. mat pagi dan salam perkenalan

    BalasHapus
  76. Alangkah baiknya kalau dana tpp dinaikkan seperti yang pernah dijanjikan bapak jokowi

    BalasHapus
  77. KALAU GURU CUTI SAKIT KOK TIDAK DI BAYARKAN,, PADAHAL MENURUT UUD DAN PERMEN GURU BERHAK.. ? MOHON ARAHAN PAK

    BalasHapus
  78. katany peraturan ini berlaku per 1 januari 2016, nyatanya semester I th 2016 masih dibayarkan dengan pola lama yaitu hanya melihat jjm di dapodik. akhirnya kasus2 guru tidak cair krn keslahan data masih terjadi padahal nilai UKG bagus.

    BalasHapus
  79. demi kemajuan dan peningkatan mutu pendidikan pengawasan lapangan perlu diperbaiki dan ditinjau ulang

    BalasHapus
  80. klu bc tunjangan hemm enaknya yg uda PNS,tp yg GTT ikut UKG lulus 1000 kl ttp ngelu krn gk dpt tunjangan apapun n dari manapu apalagi sertifikasi tdk diperbolehkan bg GTT.solusi pk pranata

    BalasHapus
  81. Saya termasuk guru senior... punya pendapat untuk menilai hasil UKG sebagai acuan utk sertifikasi guru rasanya tidaklah pas.... perlu dipertimbangkan lagi.. yang harus diperhatikan adalah kualitas SDM guru harus ditingkatkan baik program pemerintah maupun inisiatif sendiri.... guru harus punya keinginan yg tinggi utk bisa lebih baik dan tdk selalu menunggu program pemerintah (gratis). walaupun nilai UKG kita dikatakan baik bukan berarti kita sudah pintar tapi harus lebih baik lagi.. bisa dg cara sekolah/kuliah ,, pelatihan... belajar sendiri atau sekurang kurangnya berbagi pengalaman dengan orang lain di luar lembaga kita... guru yg menerima tunjangan diharapkan mamfaatkan utk perbaikan kualitas kita ... setelah dapat uang sertifikasi banyak yang berubah selera ke konsumerisme atau life stylenya mendadak berubah... nah kembalikan pada niat yg tulus kesadaran ada pada diri kita sendiri. saya doakan semua kita selalu dalam lindungan allah,,, aamiin.. (Dr. Elfi Sukaisih, Dra., M.AB., M.MPd)

    BalasHapus
  82. ASS. Saya setuju pak.. sy termasuk guru Non PNS Sertifikasi yang masuk MODA FULL DARING dan sy yakin kalau banyak guru berstatus PNS masih kalah kualitas dan kompetensi, mohon secepatnya dibayarkan dan diprioritaskan untuk perekrutan CPNS

    BalasHapus
  83. KALAU YANG BERSETIPIKAT PENDIDIK HASIL UKG NYA RENDAH,DIMANA KESALAHANNYA?MENGAPA MEREKA MENDAPATRKAN SERTIFIKAT?ATAUKAH SISTIM YANG DIGUNAKAN DALAM UKG PERLU DITINJAU ULANG?

    BalasHapus
  84. kinerja guru tidak bisa diukur dari nilai ukg yang besrifat uji wawasan atau pengetahuan guru .kinerja itu seharusnya diukur dari segi kemampuan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran termasuk kemampuan penguasaan dan penerapan metodologi pembelajaran penguasaan kelas ,kedisiplinan dan lain-lain .Sekarang timbul pertanyaan apakah seseorang yang mempunyai nilai ukg tinggi guru tersebut disiplin dan propesional dalam melaksanakan pelajaran dilapangan ??? , belum tentu . menurut saya penilaian yg sebenarnya adalah yang dilakukan ketika guru itu melaksanakan tugas sekolahnya

    BalasHapus
  85. PERLU MENCARI CARA LAIN UNTUK UKG GURU YANG NILAINYA TINGGI DALAM UKG TIDAK MENJADI JAMINAN BAHWA GURU TERSEBUT PROFESIONAL DALAM MENGAJAR DI KELAS

    BalasHapus
  86. nilai ukg yang tinggi hanya dapat mengukur wawasan seorang guru yang perlu menjadi perhatian adalah bagaimana seorang guru berada dalam kelas

    BalasHapus
  87. perlu pelatihan yang banyak dan pemateri yang berkompeten pada bidangya masing masing

    BalasHapus
  88. Uji Kompetensi Guru (UKG) sangat diperlukan, karena diharapkan sebagai daya penggerak untuk peningkatan kemajuan SDM seiring kemajuan jaman. Hal ini rekan guru saya mengatakan "untung saya bisa ikut tatap muka dan model daring, sehingga saya lebih awal mau-tidak-mau akan berusaha untuk belajar dan praktek!". Begitulah, segala sesuatu butuh proses....!; Hargailah proses...Hidupkan "long life education!"

    BalasHapus
  89. Kesalahannya terletak di semua pihak, bukan hanya guru saja. sebelum diadakan UKG, pihak pemerintah mengatakan UKG hanya sekedar pemetaan. Guru dalam melakukan UKG banyak yang tidak mempersiapkan diri. persiapan hanya menghdapi UKG, sambil mengajar siswa di kelaas, karena mereka lebih mementingkan kewajiban mengajarnya daripada mengikuti UKG. Setelah UKG dilakukan pihak pemerintah mengkaitan dengan sertifikasi. Padahal semulanya itu hanya untuk pemetaan guru saja. Menurut saya materi yang kurang dapat dijawab adalah materi yang berkaitan dengan materi waktu di kuliihan, sementara di waktu mengajar guru hanya fokus memahami materi yang akan diajarkan kepada siswa. Apakah itu salah...?

    BalasHapus
  90. untuk membina guru dengan negara yg sebesar ini susah mas.. yg pasti org sekarang pintar juga krn guru.. apa menteri itu langsung jd menteri dan ga pernah sekolah? ya engga kan.
    Klo UKG dijadikan dasar penilaian juga ga bisa.. kalau membenahi ya pelan-pelan jangan langsung maen tebang.. ibarat anak-anak mulai dari ga bisa apa2, kemudian bisa duduk sampai bisa berlari begitu ya.. artinya kita perlu waktu yang sangat panjang bukan satu tahun kebijakan yang ada langsung ditebang.. nanti ganti menteri ganti lagi kebijakan.. kalau begini2 terus lalu kapan majunya negara ini mas?????

    BalasHapus
  91. Saya setuju diadakan pelatihan untuk guru guru dan diadakan ukg serta diberikan penghargaan kepada guru guru yang lulus dengan nilai teraik disekolahnya khususnya dari kepala sekolah yg bersangkutan maupun dari pemerintah agar guru yang lainnya termotivasi dan pencairan dana sertifikasinya hendaknya diduluankan dari yang belum lulus ukg

    BalasHapus
  92. Kita sangat setuju dengan piminan kita di pusat , tapi mohon perhatikan guru guru kita jauh dari pusat kabupaten bahkan dari kecamatan . Yang mana daerah saya alat trasportasi masih menggunakan jalan sungai dan parit.

    BalasHapus
  93. Bagi saya yang paling penting guru dapat mentransfer ilmu dgn baik kepada anak didik. Sebab apa artinya hasil UKG tinggi tetapi mengajarnya ndk becus ??? Ini fakta yg terjadi, ada guru hebat mengajarnya tapi nilai UKG tidak memuaskan. Jadi Hasil UKG tidaklah menjadi ukuran keberhasilan guru di kelas, apalagi sebagai pertimbangan untuk pembayaran sertifikasi guru.

    BalasHapus

Silahkan berikan komentar dan jawaban pertanyaan dari saudara kita demi kemajuan kita bersama

 
Copyright © 2016 Info PTK | Cek Dapodik | Info GTK | Info Sertifikasi
Design by FBTemplates | Distributed by Kaizentemplate.