TERBARU

Daftar PNS Yang Kena Rasionalisasi Akan di Pensiun Dini, Mendapatkan Pesangon?

PNS yang Dirumahkan

PNS yang masuk daftar rasionalisasi‎ akan diberikan kompensasi. Dengan demikian, PNS yang dirumahkan tersebut bisa memikirkan alternatif pekerjaan lainnya sebut Asisten Deputi (Asdep) Koordinasi Kebijakan, Penyusunan, Evaluasi Program, dan Pembinaan SDM Kementerian Pendayagu‎naan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Bambang Dayanto Sumarsono.
Rasiobalisasi PNS Nasiona sejuta lebih

Pesangon diberikan sekaligus

"PNS kena rasionalisasi akan diberi pesangon. Dalam usulan kami, pesangonnya diberikan sekaligus dan tidak dicicil agar bisa dimanfaatkan PNS-nya untuk usaha dan lain-lain. Tapi keputusan akhirnya ada di Kementerian Keuangan, karena mereka paling tahu apakah dana cukup atau tidak," ujar Bambang seperti infoptk.com kutip dari JPNN, Sabtu (5/3).

Perhitungan Masa Kerja

Dia Mengibaratkan, bila PNS yang kena rasionalisasi umurnya 45 tahun, maka pesangonnya dihitung berdasarkan masa kerja hingga 58 tahun sesuai batas usia pensiun (BUP) yang diatur dalam UU Aparatur Sipil Negara (ASN).

PNS yang mendapatkan pesangon, syaratnya sudah mengabdi minimal 10 tahun. 

"Rasionalisasi berupa pensiun dini juga diberlakukan untuk PNS yang pengabdiannya minimal 10 tahun," sergahnya.

Satu juta lebih PNS menjadi Target

Dalam roadmap rasionalisasi, ada sekira 1,37 juta PNS jadi target. Mereka tersebar di jabatan fungsional umum dengan pendidikan SMA, SMP, dan SD.Rasionalisasi akan dilakukan bertahap selama 4 tahun, sehingga pada 2019 jumlah PNS menjadi 3,5 juta dari 4,517 juta pegawai

Artikel Terkait

Website ""

Email : infoptkdotcom@gmail.com
Facebook : https://www.facebook.com/infoptkdotcom
Google + : https://plus.google.com/+opperantoni

67 komentar:

  1. kalau pns akan dirumahkan, maka saya juga mau masuk daftar utama, agar memang bisa memanfaatkan tenaga yang masih ada

    BalasHapus
    Balasan
    1. PNS= Pancen Nrimo Saestu diapa-apain gak pernah demo gak pernah protes

      Hapus
  2. utk kemajuan negeri ini memang harus berani bertindak. sy setuju kalo pns hrs di reformasi segera. demi kemajuan negara kita.walaupun sy sbg pns ikut kena imbasnya sy sgt setuju. pls pjbat hrs berani tdk populer.

    BalasHapus
  3. KISAH NYATA PNS

    Bpk Drs Warli, M.Si No Hp
    085-313-330-576

    4 Kali Gagal di Seleksi CPNS Membuatku Semakin Termotivasi dan Akhirnya Berhasil
    Sampai sekarang PNS adalah profesi yang sangat diidam-idamkan oleh kebanyakan orang di Indonesia. Terbukti, setiap kali pemerintah membuka pendaftaran CPNS, peserta yang mendaftar selalu membludag.
    Menjadi PNS memang nikmat sekali rasanya. Wajar jika ribuan orang rela berdesak-desakan demi mendapatkan kursi PNS.
    Saya Akan Berbagi Cerita Nyata Dengan Kalian Semua.
    Mohon maaf mengganggu waktu dan rutinitas ibu/bapak,saya cuma bisa menyampaikan melalui KOMENTAR ini dan semoga bermanfaat, saya seorang honorer baru saja lulus jadi PNS tahun 2015 yang lalu, dan Saya ingin berbagi cerita kepada anda, Bahwa dulunya saya ini cuma seorang Honorer di SD Negeri 6 Bogor, Sudah 12 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 4 kali mengikuti ujian, namun hasilnya nol bahkan saya sempat putus asah, namun teman saya memberikan no tlp Bpk Drs Warli, M.Si beliau selaku (Kepala Biro Kepegawaia dan Kerjasama antar Lembaga)di BKN PUSAT. saya pun coba menghubungi beliau dan beliau menyuruh saya mengirim berkas saya melalui email, Satu minggu kemudian saya sudah ada panggilan ke jakarta untuk ujian, alhamdulillah berkat bantuan beliau saya pun bisa lulus dan SK saya akhirnya bisa keluar,dan saya sangat berterimah kasih ke pada beliau yang sudah mau membantu saya, itu adalah kisa nyata dari saya, jika anda ingin seperti saya anda bisa,Hubungi Bpk Drs Warli, M.Si no HP Beliau: 085-313-330-576 siapa tahu beliau masih bisa membantu anda untuk mewujudkan impian anda menjadi PNS.
    Sedikit Tambahan Bahwa tanggal 02 Desember 2015 kemarin saya melakukan komunikasi pembicaraan kepada beliau untuk bisa meluluskan adik saya sebagai CPNS ke PNS.
    Memang Pemerintahan Sudah mengeluarkan kebijakan mengejutkan, yakni melakukan moratorium penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Selama 5 Tahun & Masalah Ini Sudah Saya Sampaikan Kepada Bpk Drs Warli, M.Si Beliau Hanya menyampaikan kepada saya selama kita masih berusaha maka di situ pasti ada jalan.,wassalam

    BalasHapus
  4. saya sngt setuju asalkan pesangon diatas 700 juta berhubung gaji saya sngt kurang skrng... sdh cukup jg rasax kerja jdi Pns selama 10 tahun... dngn pesangon yg bnyk saya bisa buka usaha...

    BalasHapus
  5. saya sdh 10 th umur 33 th gol 3c..
    akan mengusulkan diri tanpa paksaann... asal psngonnya jelas sesuai pladfpn... siap dengan senang hati.... wkwkwkwkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau dilihat dari golongan 3c anda seorang sarjana, jelas masih bisa bisa dipertahankan, yang dipensiunkan dini itu berijazah sd, smp dan sma gan

      Hapus
    2. kalau dilihat dari golongan 3c, anda seorang sarjana, jelas tidak dipensiunkan dini, yang terkena dampak rasionalisasi itu tamatan sd, smp dan sma gan dan sudah berusia 50 tahun

      Hapus
    3. kalau dilihat dari golongan 3c anda seorang sarjana, jelas masih bisa bisa dipertahankan, yang dipensiunkan dini itu berijazah sd, smp dan sma gan

      Hapus
  6. KISAH NYATA PNS

    Bpk Drs Warli, M.Si No Hp
    085-313-330-576

    4 Kali Gagal di Seleksi CPNS Membuatku Semakin Termotivasi dan Akhirnya Berhasil
    Sampai sekarang PNS adalah profesi yang sangat diidam-idamkan oleh kebanyakan orang di Indonesia. Terbukti, setiap kali pemerintah membuka pendaftaran CPNS, peserta yang mendaftar selalu membludag.
    Menjadi PNS memang nikmat sekali rasanya. Wajar jika ribuan orang rela berdesak-desakan demi mendapatkan kursi PNS.
    Saya Akan Berbagi Cerita Nyata Dengan Kalian Semua.
    Mohon maaf mengganggu waktu dan rutinitas ibu/bapak,saya cuma bisa menyampaikan melalui KOMENTAR ini dan semoga bermanfaat, saya seorang honorer baru saja lulus jadi PNS tahun 2015 yang lalu, dan Saya ingin berbagi cerita kepada anda, Bahwa dulunya saya ini cuma seorang Honorer di SD Negeri 1 Cilacap, Sudah 12 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 4 kali mengikuti ujian, namun hasilnya nol bahkan saya sempat putus asah, namun teman saya memberikan no tlp Bpk Drs Warli, M.Si beliau selaku (Kepala Biro Kepegawaia dan Kerjasama antar Lembaga)di BKN PUSAT. saya pun coba menghubungi beliau dan beliau menyuruh saya mengirim berkas saya melalui email, Satu minggu kemudian saya sudah ada panggilan ke jakarta untuk ujian, alhamdulillah berkat bantuan beliau saya pun bisa lulus dan SK saya akhirnya bisa keluar,dan saya sangat berterimah kasih ke pada beliau yang sudah mau membantu saya, itu adalah kisa nyata dari saya, jika anda ingin seperti saya anda bisa,Hubungi Bpk Drs Warli, M.Si no HP Beliau: 085-313-330-576 siapa tahu beliau masih bisa membantu anda untuk mewujudkan impian anda menjadi PNS.
    Sedikit Tambahan Bahwa tanggal 02 Desember 2015 kemarin saya melakukan komunikasi pembiciraan kepada beliau untuk bisa meluluskan adik saya sebagai CPNS ke PNS.
    Memang Pemerintahan Sudah mengeluarkan kebijakan mengejutkan, yakni melakukan moratorium penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Selama 5 Tahun & Masalah Ini Sudah Saya Sampaikan Kepada Bpk Drs Warli, M.Si Beliau Hanya menyampaikan kepada saya selama kita masih berusaha maka di situ pasti ada jalan.,wassalam

    BalasHapus
  7. YTH para pejabat saya sangat setuju dengan adanya pensiun dini, namun sesampai sejauh mana hasil analisis kebutuhan pelayanan terhadapmasarakat apakah kebutuhan tersebut sudahterlayani dengan baik. Klo hanya dengan alasan negara terbebani sungguh sangat ironi ibarat kata rumah tangga terlajur anaknya banyak terus apa yang akan dilakukan oleh sang ayah apa iya mo di binasakan.

    BalasHapus
  8. Ini kok ada yg pd numpang iklan calo pns...aduuuhhhh...

    BalasHapus
  9. Malah pd numpang iklan calo pns...aduuuhhhh...

    BalasHapus
  10. saya sangat setuju asalkan perhitungan pesangonnya tepat yaitu berdasarkan masa kerja dan gaji pokok dan dibayar sekaligus , karena dengar kabar burung pihak daerah , katanya mau dibayarkan 3 kali , itu sangat tidak menyenangkan kami karena tidak bisa digunakan untuk bayar hutang , dan segera untuk usaha yang bisa menguntungkan , syukur bisa untuk memberikan pekerjaan bagi yang belum punya kerjaan.

    BalasHapus
  11. SAYA SETUJU PROGRAM RASIONALISASI PNS. DAN AGAR YANG TERSISA NANTI ADALAH PNS YANG KUALITYAS BAGUS UJI JUGA PNS YANG DARI KALANGAN S1, KARENA TIDAK SEDIKIT YANG IJAZAHNYA DAPAT BELI, UJI SAJA SKRIPSI YANG MEREKA TULIS, TANYA JUGA DIMANA MENGADAKAN PENELITIAN PASTI BANYAK YANG GA BISA JAWAB. MAJULAH NEGERIKU!!!!!

    BalasHapus
  12. PAK MENTERI ASAL TAU SAJA, ADA PNS YG ASLINYA CUMA PENDIDIKAN SMP TERUS IKUT PAKET C, NAH S1 NYA DAPAT BELI. HEHEH

    BalasHapus
  13. Abdimah ngiringan pami letes tiasa pengsiun dini pang payuna bade ngajengkeun pangsiun. Bismilah

    BalasHapus
  14. Pak MenPANRB, ayo kita uji bersama semua PNS untuk kompetensi jangan hanya dilihat dari pendidikan dan JFU.
    Banyak yg PNS pendidikan SMA kompetensi nya diatas S.1
    Kita jujur saja dan fair, kan pendidikan Sarjana golongan 3 keatas, jika kena rasionalisasi juga mengurangi biaya APBN / APBD.
    Ayo Pak, kita uji semua nya.

    BalasHapus
  15. Ya kayaknya S1 banyak yg beli , jd jangan pandang pendidikan yg penting watak dan tabiatnya, buat apa S1 S2 dst jika tujuan utamanya korupsi dan mendzalimi masyarakat , mending pendidikan sederhana dg tujuan utama nya MULIA . Bahkan klo ditelusuri dan ditest urin bnyk yg tersangkut narkoba , alkohol , dll. Tolong bapak mentri yang Terhormat mengkaji ulang atas peraturan yg kurang tepat sasaran tsb. Lebih baik segera resmikan pensiun cas.agar kami bisa membayar hutang di bjb yg bunganya kurang menyenangkan bagi kami,yaitu bayar pokok cuma 500.000 bunganya bisa 2juta.Tolong pak mentri aturan bunga bank yg seperti itu mohon diedit agar rakyat indonesia bisa tertolong dpt modal dg bunga ringan. Trims pak Mentri yang BIJAKSANA.Semoga pemerintahan pak Joko Widodo semakin disenangi rakyat Indonesia.

    BalasHapus
  16. Setuju pak, asalkan pesangonnya layak.
    Bisa buat usaha nantinya.
    Kalau memang dengan mengurangi jumlah pns ekonomi Indonesia jadi lebih baik, mengapa tidak..

    BalasHapus
  17. Setuju pak, asalkan pesangonnya layak.
    Bisa buat usaha nantinya.
    Kalau memang dengan mengurangi jumlah pns ekonomi Indonesia jadi lebih baik, mengapa tidak..

    BalasHapus
  18. ndak selamanya PNS sma itu bodoh / tidak berkualitas, tapi banyak banyak juga yang sarjana dari S1 s/d S3 sekalipun masih ada yang nggak tau kerja. Contoh masih banyak PNS yang sarjana yang gaptek dan hanya duduk, baca koran dan nunggu jam pulangan. jadi jangan merasa pejabat - pejabat itu semua sarjana jadi kalian memandang rendah kinerja para PNS SMA,SMP dan SD.
    Setahu saya kalau kita kerja di perusahaan asing, mereka lebih mementingkan skill dari pada pendidikan.

    BalasHapus
  19. Ya kls ada utk bayar si dd masalah.....jgn buat harapan belaka

    BalasHapus
  20. Ox ox aja lahh yg penteng bsa go usaha psongone y ra brooo,,,,,

    BalasHapus
  21. Bapak Mentri YTH:
    di tempat kami ,ada pns yang basiq diterima CPNS adalah Pesuruh SD, pendidikan yang dimilikinya adalah SD,PAKET B, PAKET C, Sarjana /S1 ( perlu dicex kebenarannya )
    Karena dekat dg NDORONE. maka sekarang dipercaya pegang bendahara keuangan/rutin. Anehnya setelah saya amati ternyata yang kerjakan adalah
    seorang sukwan. sungguh nistanya penataan di kantor ini.
    like and dislike. maklum kantor peninggalannya neneknya.

    BalasHapus
  22. Bahkan saya pribadi turut heran dan skaligus takjub dengan perhatian pemerintah, bahkan dari kinerja pns yang akan di pensiunkan dini, kami sangat menghormati dan mendukung program dari pemerintah, tapi setidaknya cobalah lihat dan turun kebawah bahkan ke plosok daerah, lihat situasi dan ke adaan ada saja para pns masih dalam hutang d bank, apakah itu akan d selesaika pemerintah, kalo iaa kami terima kasih..

    BalasHapus
  23. Ya.. Asalkan nominal pesangonnya jelas dan sesuai saya dengam senang hati menyarankan ayah saya untuk di pensiunkan

    BalasHapus
  24. Yth. Pak Menteri tolong adillah dalam rasionalisasi jangan hanya PNS berpendidikan SMA kebawah aja yg di libas, bagaimana dengan PNS yang berpendidikan S1 tetapi untung-untungan masuk kerja sehari dalam seminggu silahkan Bapak-Bapak yang terhormat selidiki secara rahsia sampai di pelosok-pelosok di hulu sungai daerah perbatasan

    BalasHapus
  25. Yth. Pak Menteri sepakat dengan uji kompentensi tetapi sasarannya jgn hanya PNS yg berpendidikan SMA kebawah saja yg terlindas mohon direvisi Peraturan Perundang-Undangannya, ada kok S1 Palsu alias ijazah belian

    BalasHapus
  26. Katanya mau mengurangi PNS, tapi koq masih ada rencana penerimaan PNS ....???????/

    BalasHapus
  27. Ada bapak bapak yang terhormat...untuk apa ijazah s1 kalau di dapat kuliahnya 1 kali 1 minggu.dan kadang2 hanya pergi ujian saja.tolong benar2 dipelajari ijazah mereka.jangan asal aja.kadang kala mereka yang tamat sma terlalu sibuk dengan kerja dan lupa untuk kuliah.sementara yg lain melalaikan kerja untuk pergi kuliah.pilih manaaaa ayo bangsaku

    BalasHapus
  28. Ada bapak bapak yang terhormat...untuk apa ijazah s1 kalau di dapat kuliahnya 1 kali 1 minggu.dan kadang2 hanya pergi ujian saja.tolong benar2 dipelajari ijazah mereka.jangan asal aja.kadang kala mereka yang tamat sma terlalu sibuk dengan kerja dan lupa untuk kuliah.sementara yg lain melalaikan kerja untuk pergi kuliah.pilih manaaaa ayo bangsaku

    BalasHapus
  29. Yth Pak MenPANRB, Mohon Kalau membuat kebijakan yg bijaksana dan tidak membuat gaduh, Tidak semua PNS berkinerja buruk ,saat ini banyak juga PNS yang berprestasi dan menjadi Teladan baik TK Kabupaten, Propinsi maupun Nasional namun tidak mendapat perhatian dari pemerintah di kantor hanya menjadi juru ketik dan membuat laporan, padahal bila diberdayakan mereka bisa berbuat lebih banyak buat negara. sedangkan banyak pejabat diangkat tanpa prestasi apapun. sekian terima kasih hanya untuk bahan renungan.

    BalasHapus
  30. Ya...berkuasa 5 tahun menggusur pns yg telah mengabdikan dirinya separuh hidupnya untuk negara. Wah, wah, luar biasa!

    BalasHapus
  31. Sebaiknya diadakan ujian kompetensi agar PNS bekerja sesuai dengan Kompetensi sehingga dalam penempatan tidak salah, karena sekarang banyak PNS yang duduk/bekerja tidak sesuai kompetensinya.

    BalasHapus
  32. sebelum pns dirasionalisai lebih dulu mentrinya

    BalasHapus
  33. mau di bawa kemana negri ini,sebentar begini dan sebentar begitu,apakah tdk ada lagi yg di musyawarakan/dirapatkan.maunya buat pp nya dulu baru pulikasikan .ada rasionalisasi pns ,ada penerimaan pns.

    BalasHapus
  34. he he he bagi kerja yang keras mengabdi kesejahteraan kurang bahkan tdk ada kata sejahtera tidak kaget ada rasionalisasi segalamacem, karena kmi bukan PNS. sudah belasan tahun mengabdi bru akan menikmati tunjangan sertifikasi, eeeeeh malah ditunda pencairannya. sdangkan yang PNS gaji ditambah gaji 13. malah sekarang muncul gaji 14 ditambah lagi sertifikasi, ironisnya pemerintah merasa terbebani dg gaji pns. he he he he lucu

    BalasHapus
  35. ayo pak MenPANRB...segera wujudkan rumahkan PNSnya....Biar indonesia lebih maju...

    BalasHapus
  36. setuju dengan rasionalisasi, bagi yang tidak profesional, malas-malasan untuk melaksanakan aktivitas sesuai dg job diskripsinya (hanya duduk manis saja), hanya ketergantungan dengan teman sekerjanya, sering absent dengan alasan yg tidak mutu (lebih mementingkan kegiatan bisnis/ sejenisnya pada waktu jam kantor), tidak menguasai I T. Semua harus di nilai secara nyata sebagai dasar rasionalisasi, tidak hanya berdasar penilaian tulisan (DP3) / sejenisnya. Cek lingkungan, uji kompetensi secara langsung, dan yang menilai adalah team independen (tidak memihak). Pegawai SMA/ sederajat bukan brarti tidak kompeten, malah banyak pegawai lulusan lebih tinggi dari SMA, kebanyakan teori tidak mau action secara nyata, hanya perintah dan ketergantungan dengan teman sekerja.

    BalasHapus
  37. Setuju dengan rasionalisasi, Pegawai Lulusan SMA bukan brarti tidak kompeten/ profesional. Pegawai lulusan yang lebih tinggi dimungkinkan banyak yg tidak kompeten/ profesional.
    Rasionalisasi harus tepat sasaran. sasarannya untuk Pegawai/ Guru (PNS) yang :
    1. malas-malasan untuk melaksankan pekerjaannya sesuai dg job diskripsinya
    2. hanya ketergantungan dengan teman sekerjanya (ini sangat banyak terjadi secara nyata)
    3. sering absent dengan alasan tidak mutu
    4. mementingkan pekerjaan sampingan(bisnis) pada jam kerja kantor.
    5. hanya suka memanipulasi data, tapi action sebenarnya tidak ada. (alias duduk manis, administrasi lengkap, tetapi tidakan secara nyata tidak ada)
    6. tidak menguasai I T
    Untuk mengetahui hal tersebut diatas, perlu adanya uji kompetensi secara langsung, cek lingkungan, jangan berdasarkan penilaian tertulis saja (DP3) / sejenisnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau begitu gak perlu sekolah SD,SMP SMA mau gak S1,S2 jaga menara suar diperbatasan. Halo rasionalisasi PNS piye kabare enak jamanku to

      Hapus
  38. Yth Bpk MenPANRB, saya setuju kalau itu yang terbaik untuk Negara dan Bangsa, dengan catatan pesangon yg cukup untuk kehidupan selanjutnya dan mohon jangan hanya PNS yang berijazah SMA kebawah saja yang terkena rasionalisasi tapi juga bagi PNS yang S1 s/d S3 yang kinerjanya jelek, karena tidak sedikit PNS yang berijazah SMA kebawah justru kinerjanya/pengabdiannya lebih tinggi melebihi PNS S1 s/d S3 yg hanya membebankan tugas/tanggung jawabnya kpd bawahannya, Gaji & Tunjab tinggi tapi bawahan yang kerja. MOHON DIPERTIMBANGKAN , terima kasih.

    BalasHapus
  39. Rasionalisasi PNS piye kabare enak jamanku to

    BalasHapus
  40. PNS=Pancen Nrimo Saestu diapa-apain gak pernah demo gak pernah protes,r rasionalisasi PNS piye kabare enak jamanku to PNS gak pernah tak usik
    Di

    BalasHapus
  41. Jika effisiensi anggaran sebagai alasan untuk rasionalisasi PNS ,apakah belanja pegawai itu cuman untuk PNS aja,bukankah gajinya pak menteri, pak presiden dan jajaranya,MPR dan DPR serta para pejabat Negara juga bersuber dari APBN,kenapa pns yg gajinya juaaauuh lebih rendah dari mereka mereka itu harus diraionalisasi,apakah gak sebaiknya gaji mereka yg jauh lebih tinggi dari PNSitulah dikurangi demi rasa kemanusiaan terhadap pns yang gijinya rendah sudah iklas mengabdj pada negara malah dirumahkan kasihan deh PNS itu dah punya waktu untuk berwirausaha waktunya habis untuk mengabdi pada negara terus ujung . ujungnya dirumahkan ditengah tengah kondisi ekonomi yang serba sulit ini walauoun dapat pesangon rasa . raanya tidak cukup untuk berwira usaha belum lagi untuk biaya hidup sehari-hari denga keluarganya sendiri dan belum lagi yang punya anak sekolah,mahasiswa yang biayanya tinggi dan belum lagi yang punya hutang bank,tolonglah dipikirkan kembali nasibnya dan dampak dari rasionalisasi PNS yang sudah mengabdikan dirinya pada negara terrnyata dapat balasan dari pemerintah untuk dirumahkan. Terus kalo alasanya rasionalisasi untuk effisiensi anggaran kenapa pe erintah masih mengangkat pegawai . pegawai baru lagi? Apakah APABN nya tidak terbebani lagi, mulai dari biaya perekrutnanya aja menelan biaya milyaran rupiah belum untuk membayar gaji nya yang diangkat menjadi pegawai baru setiap bulanya, sunggu ironis, Tolong dipikirkan kembali negara kita ini berdasarkan PANCASILA tolong diamalkan butir . butir sila ke 2 dari PANCASILA itu dan juga dalam UUD 1945 juga ada pasal yang menyebutkan bahwa NEGARA BERHAK MEMBERIKAN PENGHIDUPAN DAN PEKERJAAN YANG LAYAK BAGI SETIAP WARGA NEGARA INDONESIA. dimanakah letak tanggung jawab pemerintahan sekarang terhadap WNI yang sudah mengabdikan dirinya untuk negara terus akan dikenakan rasionalisasi?

    BalasHapus
  42. Bullsitt....wacana...ujung2nya wani piro dan Entuk Piro

    BalasHapus
  43. kebijakan pemerintah semakin ngawur,gak jelas

    BalasHapus
  44. saya gol 2c usia 48.. dari dulu pengen pensiun dan kembali ke perusahaan swasta. dihitung dg cara apapun memang judulnya pengabdian ya susah...
    tapi sekarang pns itu maaf (seperti buruh pabrik tekstil) yg ketat nya minta ampun. tidak sebanding lurus dg pendapatan.
    menyesal sy jadi pns kalo tau begini.. teman selighting sy yg istiqomah di rel swasta sudah pada jadi mgr / Ka Pabrik / Kabag...
    skrg nunggu keputusan MenPan RB kok lama banget ya...

    salam...

    BalasHapus
  45. Saya gol 4A usia 53 dari 10 thn yang lalu ingin pensiun.....?
    Halo rasionalisasi PNS piye kabare enak jamanku to

    BalasHapus
  46. untuk maju ...perlu perubahan ? indonesia mungkin perlu aparatur yg handal , bermoral , berjiwa kenegarawan untuk bisa mengisi kemerdekaan. Namun benarkah rasionalisasi pns yang akan dilakukan nantinya akan berdampak kemajuan bangsa Indonesia? yang perlu seharusnya dilakukan bangsa ini adalah mengawal calon generasi bangsa yg berpotensi yang tidak tersalur sampai pada cita-citanya ! karena gagal mereka = kegagalan bangsa ini.

    BalasHapus
  47. Saya setuju sekali rasionalisasi pns kalo perlu lebih cepat. Namun pemerintah harus konsisten dalam perekrutan pegawai baru harus melalui seleksi yang ketat supaya dihasilkan pns yang benar-benar bagus kualitasnya.

    BalasHapus
  48. Semoga bisa dicarikan solusi lain yang lebih rasional, karena di tempat kami bekerja hanya ada 6 staff tata usaha yang PNS, sedangkan 18 staff lainnya masih Honorer. Dan tahun depan ada 2 PNS lagi yang pensiun, Jika benar rasionalisasi PNS dengan pemangkasan/pensiun dini maka stafff tata usaha di kantor kami akan didominasi oleh tenaga honorer

    BalasHapus
  49. KALAU PNS SD, SMP DAN SMA DI RASIONALISASI SIAPA YANG MAU DI SURUH-SURUH ATASAN

    BalasHapus
  50. KALAU PEGAWAI SD SMP DAN SMA DI RASIONALISASI YANG KEREPOTAN ATASAN

    BalasHapus
  51. RASIONALISASI PNS MANTAP, BIAR JADI ATASAN SEMUA

    BalasHapus
  52. Bagi mereka yang sudah terbiasa membuka usaha dan punya modal itu tak masalah, tapi bagi mereka yang tak punya ketrampilan usaha dan terpengaruh budaya yang tak bisa menyimpan uang , apa jadinya bila uang pesangon su habis , lalu mereka mau kerja apa ?? apa tidak kwatir mereka akan bergabung ke ISIS atau ke Teroris demi menyambung menghidupi keluarganya.

    BalasHapus
  53. Bagi mereka yang sudah terbiasa membuka usaha dan punya modal itu tak masalah, tapi bagi mereka yang tak punya ketrampilan usaha dan terpengaruh budaya yang tak bisa menyimpan uang , apa jadinya bila uang pesangon su habis , lalu mereka mau kerja apa ?? apa tidak kwatir mereka akan bergabung ke ISIS atau ke Teroris demi menyambung menghidupi keluarganya.

    BalasHapus
  54. Menurut Pendapat saya,Pemerintah membuka Pendaftaran PNS Yang Mau Pensiun Dini Dengan tarjet Yang dibutuhkan di Rasionalisasi dengan demikian lebih bijaksana tidak memandang lulusan..banyak juga lulusan maaf S1 yang skilnya kalah dengan lulusan SLTA dengan kata lain Tidak jaminan.mohon dipertimbangkan,dan juga Usia, yang Usia mendekati pensiun,Kesehatan PNS yang sakit-sakitan juga harus dipertimbangkan untuk di rasionalisasi.Terimakasih

    BalasHapus
  55. saya pns dan saya setuju dengan rasionalisasi pns, mudah mudahan bisa objektif dalam pelaksanaannya, dalam pendataan pnsnya jujur, dalam pengawasan yang ketat serta satu penafsiran dalam pelaksanaan aturannya

    BalasHapus
  56. ada tuh sarjana yang ga tau apa-2, bisanya cm mentang-2 sarjana....

    BalasHapus
  57. yang jadi calo dan tipu-tipu minggir............

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang masih banyak calo bang, hari gini berni nyalo

      Hapus
  58. aku pns umur 40 thn masa kerja 19 thn gol II C ..saya juga mau pensiun dini..asal pesangon di terima minimal 500 juta...tapi gimana caranya yach??jangan2 setelah minta pensiun dini malah tidak dapet pesangon hehene...mati lah aku hihi

    BalasHapus
  59. karena itu sebaiknya pns punya penghasilan lainnya, meski sedikiit tapi halal lancar.

    BalasHapus

Silahkan berikan komentar dan jawaban pertanyaan dari saudara kita demi kemajuan kita bersama

 
Copyright © 2016 Info PTK | Cek Dapodik | Info GTK | Info Sertifikasi
Design by FBTemplates | Distributed by Kaizentemplate.