TERBARU

Yuddy, Honorer K3 Ditiadakan Lagi Setelah K2 di CPNS kan

Yuddy Crisnadi
Yuddy, Honorer K3 Ditiadakan Lagi Setelah K2 di CPNS kan - Upaya pemerintah untuk menyelesaikan Honorer K2 sudah hampir rampung di secara nasional, namun meninggalkan honorer K3 yang belum di naikkan statusnya menjadi K2 atau PNS. Bagi honorer K2 yang tidak lulus dalam seleksi atau tes akan dikembalikan ke daerah masing-masing, bagaimana kebijakan selanjutnya. Apakah masih dibutuhkan atau sebaliknya, itu tergantung kemampuan keuangan daerah itu sendiri,” tutur Kepala Bagian Komunikasi Publik Kemenpan dan RB Suwardi kepada GoRiau.com.

Kata dia, bagi tenaga honorer yang tidak lulus tes CPNS masih ada peluang untuk ikut tes atau seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). ”Bagi yang masih berminat bekerja di instansi pemerintahan masih ada peluang untuk ikut P3K, namun mekanisme untuk rekrutmen P3K dan aturannya belum final masih dalam penyelesaian,” tutur Suwardi.

Dikatakan Suwardi, pegawai pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) lebih tinggi jabatannya dari tenaga honorer. Karena P3K menurut dia, nantinya mendapat gaji dari pemerintah pusat lansung, sedangkan honorer dari pemerintah daerah. Mekanismenya sebut Suwardi, calon P3K tetap ikut seleksi tes yang nanti ditentukan waktunya, sehingga tidak ada pengangkatan lansung. “Bagi yang mau menjadi PNS harus ikut seleksi tes CPNS, sama halnya dengan P3K juga harus ikut seleksi tes,”terangnya.

Selain gaji pokok tambah Suwardi, P3K juga mendapat tunjangan yang layak sama halnya dengan PNS. Cuman hari tua atau jaminan pensiun yang tidak diberikan. “Perjanjian kerja untuk awalnya diberikan selama setahun, setelah itu akan diperpanjang lagi jika instansi masih membutuhkan dan dilihat juga dari kualitas dan kinerjanya,” ucapnya.

Artikel Terkait

Website ""

Email : infoptkdotcom@gmail.com
Facebook : https://www.facebook.com/infoptkdotcom
Google + : https://plus.google.com/+opperantoni

1 komentar:

  1. Salam Buat Bapak/ Ibu Pemerintah.
    keputusan Pemerintah memang kita hargai, dan sangat kita hargai, itu tujuanya kita memilih pemimpin yang bijaksana di negeri kita ini. Sejak Keputusan hal Honorer K1 dan K2 Selesai, hal K3 Ditiadakan itu keputusan Terakhir? mari kita memandang generasi Anak Bangsa yang masih Butuh pendidikan ini Bapak/ Ibu mereka tau membaca, menulis, berhitung, itu kerja siapa? apakah cita - cita anak Bangsa ini di Putuskan? karena mendengarkan cita-citanya bulu kudukku merinding, ada yang Pengen Jadi Guru, Dosen, Bupati, Tentara, Polisi, Gubernur, Presiden, Dokter, Menteri, Pengusaha Sukses Dll. loh berarti dari segi Tenaga Pendidik kami tidak perlu yang Berpendidikan S2, S3, untuk mendidik Sekolah Dasar ini. nah setelah kita berpikir mengenai Hal Pendidikan anak di atas, Bagaimana dengan Situasi Pengajarnya? apakah bisa mengajar dengan bermodalkan mulut saja? bolehkan kita berdiri di depan kelas tanpa ada isi perut? inilah keluhan saya sebagai honor Yang diangkaty oleh Komite Sekolah sejak 18 Juli 2005, pertama saya masuk K2, kedua kalinya Masih masuk, setelah perivikasi terakhir data saya kosong, tidak mengikuti Seleksi atau pun Pemberkasan lagi. setelah berpikir sejenak mungkin pemerintah akan menanggapi nasip kami. bergitulah pikiranku.....
    setelah melihat situasi pengajar di Desaku saya sangat di butuhkan oleh Kepala Sekolah Ibu (L. Nainggolan) beliau selalu dan selalu menambahkan uang dari sakunya Rp.50000,- di atas gaji saya dari Dana BOS 300000/bulan terimakasih buat Ibu. Ibu ini memotivasi saya "Pak tonang Sabar - sabar Bapak Mungkin ada Kebijakan Pemerintah nanti"kata beliau. saat ini saya mengajar di Kelas 5 SD dan merangkap sebagai Operator Sekolah kami. Tapi ketika saya berpikir sendiri bagaimana ini? " Tunjangan Profesi Guru, di atas Gaji Pokok sangat Besar Bagi Senior padahal Sama sama mengajar kok, heheheeeee, itu yang muncul dalam pikiran saya, tetapi pengabdian saya ini walaupun bagaimana sesama teman Sejawat, Kepala Sekolah selalu mendukung dan memotivasi saya, saya tidak ambil pusing Pak/ Bu Pemerintah di NKRI biar pun ada Kesenjangan Ekonomi, saya mensyukuri bahwa anak didik saya sangat menyayangi saya dan saya pun melihat wajah generasi Peserta didik saya yang cerah ... selalu pengen jumpa sama anak didik, 1 hari libur umum kangen dengan anak didik saya, mungkin karena saya sudah kena batin dengan anak didik saya ya? karna niat saya pengen terus Jumpa sama anak didik saya ini, dalam hal itu lah saya bertahan tanpa terasa sejak 18 Juli 2005 sampai sekarang saya selalu bergandeng tangan dengan teman sejawat mendidik anak - anak tanpa melihat pandangan materil. Semogalah Yang Maha Kuasa memberkati dan menjadi teladan di depan saya untuk mendidik anak - anak ini. kelak saya di ingat dan di kenang anak- anak saya yang baik ini. akhir kata marilah kita Bapak/ Ibu Pemerintah saling bergandeng tangan menuju Pendidikan Yang Berbudi Pekerti, Berlahklaq mulia, bertaqwa, Berkarakter yang kita harapkan menuju Generasi yang Cerdas
    Salam Kasih
    Salam Kenal
    Salam berjuang !!!

    BalasHapus

Silahkan berikan komentar dan jawaban pertanyaan dari saudara kita demi kemajuan kita bersama

 
Copyright © 2017 Info PTK | Cek Dapodik | Info GTK | Info Sertifikasi
Design by FBTemplates | Distributed by Kaizentemplate.