TERBARU

Anies Baswedan Berencana Terbitkan Permendikbud Tentang Kekurangan Jam Mengajar

Anies Baswedan Berencana Terbitkan Permendikbud Tentang Kekurangan Jam Mengajar - Persyarat mutlak untuk mendapatkan tunjangan profesi pendidik (TPP) atau sering disebut dengan tunjangan sertifikasi guru wajib mengajar minimal 24 jam tatap muka setiap minggunya. Jika kurang 1 jam saja maka guru bersertifikasi tak akan mendapatkan tunjangan satu persenpun.

Anies Baswedan

Tentu jam sebanyak 24 jam ini sangat berharga bagi guru. namun jam tatap muka bisa juga di dapat dari tugas tambahan guru seperti kepala perpustakaan, kepala bengkel, pembina OSIS dll yang di ekuivalenkan denag jam tatap muka. walau sudah bisa di ekuivalensikan masih banyak guru yang kekurangan jam setiap minggunya.

Menanggapi masalah inilah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan berencana menerbitkan permendikbud khusus tentang kekurangan jam mengajar. Diperkirakan, ratusan ribu guru akan memakai permendikbud khusus tersebut.

Menurut Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) Pendidikan Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar (Ditjen Dikdas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Sumarna Surapranata, Permendikbud Nomor 4 Tahun 2015 tentang Ekuivalensi Kegiatan Pembelajaran/Pembimbingan bagi Guru yang Bertugas pada SMP/SMA/SMK ini lahir setelah sekolah kembali menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006.

Penerapan kurikulum tersebut membuat guru kekurangan jam mengajar hingga terancam tidak mendapat tunjangan sertifikasi.

”Kami sudah menghitung, sebanyak 94.908 guru jenjang SMP kemungkinan mengambil kebijakan ini dan jenjang SMA sekira 10.300 guru. Ini hitungan guru negeri dan swasta. Kalau memenuhi ini, maka semua dijamin aman dalam memenuhi syarat 24 jam mengajar,” ujar pria yang akrab disapa Pranata itu, belum lama ini.


Ketika menerapkan Kurikulum 2013, para guru sudah memenuhi jam mengajar selama 24 jam dalam seminggu. Namun, penggunaan kembali KTSP 2006 memangkas jam mengajar guru dari 38 jam menjadi 32 jam. Artinya, rata-rata guru kekurangan enam jam mengajar.

“Sehingga, guru menjadi dirugikan. Oleh karena itu, supaya tidak terjadi kerugian tersebut, maka Mendikbud mengambil kebijakan mengakui kegiatan-kegiatan tertentu untuk diekuivalenkan dengan jam beban guru,” ucapnya.

Ekuivalensi ini menghitung kegiatan lain untuk diakui sebagai jam mengajar yang diambil guru. Namun, hanya 25 persen kegiatan yang diakui ekuivalensi.

“Ini berlaku hanya dua tahun, karena nanti dua tahun yang akan datang semuanya sudah menerapkan Kurikulum 2013,” tutur Pranata. (sumber : www.okezone.com)

Artikel Terkait

Website ""

Email : infoptkdotcom@gmail.com
Facebook : https://www.facebook.com/infoptkdotcom
Google + : https://plus.google.com/+opperantoni

4 komentar:

  1. Slmt mlm pak, mohon juknis tentang guru yang diprioritaskan mendapat 24 jam sesuai skb 5 menteri dipertegas termasuk sanksinya jika tdk dilaksanakan untuk mencegah kolusi dan nepotisme ditingkat satuan pendidikan tanpa memperhatikan kriteria yang sudah diatur seperti masa kerja,golongan dan pendidikan demi keadilan dan kepastian hukum.

    BalasHapus
  2. Slmt mlm pak, mohon juknis pemenuhan 24 jam skb 5 menteri dipertegas termasuk sanksinya sampai ketingkat satuan pendidikan untuk mencegah kolusi dan nepotisme dalam pembagian jam sehingga guru yang masa kerja, pangkat, golongan dan pendidikannya lebih tinggi yang seharusnya diprioritaskan memperoleh 24 jam tidak kehilangan hak demi adanya keadilan dan kepastian hukum dalam pengisian dapodik menuju pemerataan guru di seltiap daerah.

    BalasHapus
  3. trima ksih klu benar-benar trjawab,krn kmi didaerah yg sekolahnya seatap,rombonhan kecil pasti kewalahan,ujung-ujung pasti para operator yg sllu disalahkan.

    BalasHapus
  4. Pak menteri, solusi yang tepat untuk mengatasi masalah kekurangan jam bagi guru2 sertifikasi adalah dengan cara menghitung belajar tambahan/les sebagai beban mengajar bagi guru . Cara ini sangat bermanfaat bagi siswa dan menghemat anggaran sekolah, ketimbang main kucing-kucingan antara guru dan operator atau operator sesama operator sekolah

    BalasHapus

Silahkan berikan komentar dan jawaban pertanyaan dari saudara kita demi kemajuan kita bersama

 
Copyright © 2016 Info PTK | Cek Dapodik | Info GTK | Info Sertifikasi
Design by FBTemplates | Distributed by Kaizentemplate.